WinPlay: Xiaomi Bawa Game PC ke Android

Dunia teknologi terus berkembang, dan Xiaomi kini menghadirkan inovasi baru bagi pengguna Android. Setelah nama Winlator populer di kalangan pengguna Android untuk memainkan game PC, Xiaomi memperkenalkan alternatif baru bernama WinPlay. Emulator ini dirancang untuk memungkinkan pengguna memainkan game PC langsung di perangkat Android, bahkan secara offline.

Apa yang membuat WinPlay menarik? Mari kita simak pembahasannya.

WinPlay: Emulator PC untuk Android

Xiaomi memperkenalkan WinPlay sebagai emulator yang mampu menjalankan game PC pada perangkat Android. Saat ini, Xiaomi sedang merekrut tester untuk mencoba WinPlay pada Xiaomi Pad 6S Pro 12.4, perangkat dengan spesifikasi mumpuni yang menggunakan chipset Qualcomm Snapdragon 8 Gen 2.

Menurut laporan dari GSMArena, emulator ini mendukung berbagai toko aplikasi seperti Steam, sehingga pengguna dapat memainkan game PC favorit mereka. Salah satu uji coba yang dilakukan menunjukkan bahwa game Tomb Raider GotY Edition dapat berjalan pada 45 FPS dengan konsumsi daya 8,3 watt. Yang menarik, penurunan performa GPU akibat emulasi ini hanya sekitar 2,9%, sehingga pengalaman bermain tetap mulus.

Keunggulan WinPlay

  1. Kompatibilitas dengan Game PC Populer
    WinPlay dirancang untuk mendukung berbagai game PC populer, termasuk yang tersedia di Steam. Hal ini memberikan kemudahan bagi gamer untuk menikmati game PC di perangkat Android tanpa perlu perangkat tambahan.
  2. Performa yang Stabil
    Dengan pengujian pada Xiaomi Pad 6S Pro yang menggunakan Snapdragon 8 Gen 2, WinPlay menunjukkan performa yang stabil. Hal ini membuktikan bahwa perangkat Android modern mampu menjalankan game PC dengan baik, terutama jika didukung oleh chipset yang lebih baru seperti Snapdragon 8 Elite.
  3. Emulasi Offline
    Salah satu fitur menarik WinPlay adalah kemampuannya untuk menjalankan game secara offline. Ini memberikan fleksibilitas lebih bagi pengguna, terutama bagi mereka yang tidak selalu memiliki akses internet.
  4. Efisiensi Daya
    Dalam pengujian, konsumsi daya WinPlay terbilang efisien dengan penggunaan GPU yang optimal. Hal ini membuat perangkat tidak cepat panas, meskipun digunakan untuk gaming berat.

Tahap Pengujian dan Perangkat yang Didukung

Saat ini, WinPlay masih dalam tahap uji coba, dan belum ada informasi resmi mengenai perangkat lain yang akan mendukung emulator ini. Namun, Xiaomi memberikan indikasi bahwa WinPlay akan kompatibel dengan tablet yang menggunakan HyperOS 3 dalam mode Workstation.

Dengan perkembangan teknologi yang pesat, tidak menutup kemungkinan WinPlay juga akan tersedia untuk smartphone Xiaomi di masa depan. Ini membuka peluang bagi perangkat Android untuk semakin optimal dalam menjalankan game PC tanpa perlu emulator pihak ketiga.

Apakah WinPlay Menjadi Masa Depan Gaming Mobile?

Kemunculan WinPlay menandakan langkah besar dalam dunia gaming mobile. Dengan spesifikasi hardware yang semakin canggih, seperti chipset Snapdragon generasi terbaru, perangkat Android kini mampu menghadirkan pengalaman gaming yang sebelumnya hanya bisa dinikmati di PC.

Jika WinPlay berhasil melewati tahap uji coba dan dirilis secara luas, emulator ini berpotensi mengubah cara gamer menikmati game PC. Dukungan untuk toko aplikasi seperti Steam dan performa stabil menjadikannya pilihan menarik bagi pengguna Android.

 

WinPlay adalah inovasi baru dari Xiaomi yang memungkinkan pengguna memainkan game PC di perangkat Android dengan performa tinggi. Dengan pengujian yang menjanjikan dan kompatibilitas dengan berbagai game populer, WinPlay menjadi alternatif menarik bagi gamer yang mencari emulator PC untuk perangkat Android mereka.

Meski masih dalam tahap uji coba, WinPlay menunjukkan potensi besar untuk menjadi solusi gaming yang fleksibel dan efisien. Apakah Anda tertarik mencoba emulator ini saat dirilis? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar!

Snapdragon 8 Gen 3: Setara dengan Chipset Apa?

Chipset adalah otak utama dari sebuah smartphone, dan setiap generasi baru selalu menarik perhatian penggemar teknologi. Salah satu yang menjadi sorotan adalah Snapdragon 8 Gen 3, chipset flagship keluaran Qualcomm pada tahun 2023. Banyak pertanyaan muncul mengenai Snapdragon 8 Gen 3 setara dengan chipset apa, terutama jika dibandingkan dengan merek lain seperti MediaTek atau Apple.

Dalam artikel ini, kita akan membahas performa, spesifikasi, dan bagaimana chipset ini berkompetisi di pasar smartphone flagship.

Spesifikasi Snapdragon 8 Gen 3

Snapdragon 8 Gen 3 adalah penerus Snapdragon 8 Gen 2, menawarkan peningkatan dalam hal performa dan efisiensi. Dengan fabrikasi 4nm dan arsitektur unik, chip ini memiliki konfigurasi sebagai berikut:

  • 1x Cortex-X4 @ 3300 MHz
  • 3x Cortex-A720 @ 3150 MHz
  • 2x Cortex-A720 @ 2960 MHz
  • 2x Cortex-A520 @ 2270 MHz
  • GPU Adreno 750

Konfigurasi ini memungkinkan Snapdragon 8 Gen 3 bekerja lebih efisien, memanfaatkan core yang lebih hemat daya untuk tugas ringan dan core yang lebih cepat untuk tugas berat. Selain itu, GPU Adreno 750 memberikan peningkatan performa hingga 25% dibandingkan generasi sebelumnya, membuatnya ideal untuk gaming dan aplikasi grafis tinggi.

Snapdragon 8 Gen 3 vs MediaTek Dimensity 9300

Jika berbicara tentang chipset yang setara, Snapdragon 8 Gen 3 paling sering dibandingkan dengan MediaTek Dimensity 9300. Keduanya menggunakan fabrikasi 4nm dari TSMC dan menyasar perangkat flagship. Berikut perbandingan keduanya:

1. Benchmark CPU

  • Snapdragon 8 Gen 3: Single-core 2190, Multi-core 7302 (GeekBench 6)
  • Dimensity 9300: Single-core 2240, Multi-core 7530

Secara performa CPU, Dimensity 9300 unggul tipis. Namun, perbedaannya cukup kecil sehingga dalam penggunaan sehari-hari tidak akan terasa signifikan.

2. Benchmark GPU

  • Snapdragon 8 Gen 3: 17211 (3D Mark Wild Life)
  • Dimensity 9300: 11077 (3D Mark Wild Life)

Di sisi grafis, Snapdragon 8 Gen 3 unggul jauh berkat Adreno 750 yang lebih bertenaga dibandingkan GPU Arm Immortalis-G720 MP12 pada Dimensity 9300. Hal ini membuat Snapdragon menjadi pilihan utama untuk gaming berat.

3. Compatibility

Snapdragon 8 Gen 3 memiliki keunggulan dalam kompatibilitas aplikasi dan game. Banyak developer yang lebih dulu mengoptimalkan aplikasi mereka untuk Snapdragon, memberikan pengalaman pengguna yang lebih mulus. Sementara MediaTek terus mengejar, Snapdragon tetap menjadi pilihan favorit di kalangan gamer mobile dan pengguna profesional.

Efisiensi Baterai

Kedua chipset ini sama-sama menggunakan fabrikasi 4nm, sehingga efisiensi baterainya sangat mirip. Namun, performa baterai tidak hanya bergantung pada chipset, tetapi juga pada faktor eksternal seperti:

  • Kapasitas baterai
  • Optimalisasi software
  • Kestabilan sinyal
  • Suhu perangkat

Jika perangkat menggunakan software yang dioptimalkan dengan baik, baik Snapdragon maupun Dimensity dapat memberikan daya tahan baterai yang memuaskan.

Kesimpulan: Snapdragon 8 Gen 3 atau Dimensity 9300?

Snapdragon 8 Gen 3 menawarkan performa GPU yang unggul, kompatibilitas lebih baik dengan aplikasi, dan dukungan yang luas dari developer. Ini membuatnya ideal untuk gaming berat dan produktivitas tinggi.

Namun, MediaTek Dimensity 9300 adalah alternatif yang sangat kompetitif dengan performa CPU yang sedikit lebih baik dan kemungkinan harga yang lebih terjangkau.

Pilihan terbaik tergantung pada kebutuhan Anda:

  • Jika Anda gamer berat atau memprioritaskan kompatibilitas aplikasi, Snapdragon 8 Gen 3 adalah pilihan yang tepat.
  • Jika Anda mencari performa setara dengan harga lebih rendah, Dimensity 9300 bisa menjadi opsi menarik.

Snapdragon 8 Gen 3 telah membuktikan dirinya sebagai chipset flagship yang tangguh, memberikan keseimbangan sempurna antara performa dan efisiensi. Dengan teknologi yang terus berkembang, perangkat yang menggunakan chipset ini akan tetap relevan hingga beberapa tahun ke depan.

Bagaimana pendapat Anda? Apakah Snapdragon 8 Gen 3 cukup menarik untuk perangkat Anda? Bagikan pengalaman Anda di kolom komentar!

Rekomendasi Game Multiplayer 2025: Seru dan Wajib Dicoba

Tahun 2025 menjadi waktu yang dinantikan para gamer karena banyaknya game baru yang rilis, termasuk genre Multiplayer yang selalu menjadi favorit. Game multiplayer menawarkan keseruan bermain bersama teman maupun pemain lain di seluruh dunia.

Untuk kamu yang sedang mencari rekomendasi game multiplayer terbaik tahun ini, Pojok Gamers telah merangkum 7 judul game seru yang wajib masuk daftar permainanmu. Mulai dari RPG hingga simulasi, inilah deretan game yang patut kamu coba!

Path of Exile 2

Game pertama yang masuk daftar adalah Path of Exile 2, karya epik dari Grinding Gear Games. Mengusung tema Dark Fantasy, game ini membawa pengalaman RPG yang mendalam dengan fitur Skill Tree yang sangat luas. Pemain dapat mengembangkan karakter mereka sesuai gaya bermain, baik untuk solo maupun tim.

Meski masih dalam tahap Early Access, game ini sudah menarik perhatian banyak gamer dengan dungeonnya yang menantang. Baik kamu pecinta solo adventure maupun tim, Path of Exile 2 adalah game wajib coba tahun ini!

Marvel Rivals

Jika kamu penggemar superhero, maka Marvel Rivals adalah pilihan sempurna. Game ini dikembangkan oleh NetEase Games dan menghadirkan pertarungan 5v5 team-based shooter dengan mekanik sinergi antar hero.

Kamu dapat memilih jagoan dari berbagai karakter Marvel Comics seperti Iron Man, Rocket Raccoon, hingga The Punisher. Dengan strategi yang tepat, sinergi antar hero dapat memberikan keuntungan besar dalam pertempuran. Cocok untuk dimainkan bersama teman atau solo bagi kamu yang ingin menunjukkan skill individu.

Delta Force

Berikutnya adalah Delta Force, game buatan TiMi Studio yang memadukan elemen team-based shooter dan PvP berskala besar. Game ini menghadirkan mode permainan dengan tim Attacker dan Defender, lengkap dengan pilihan operator yang memiliki kemampuan unik.

Dengan mekanisme gameplay yang kompetitif, Delta Force cocok dimainkan beramai-ramai untuk merasakan keseruan bertarung dan merebut wilayah lawan. Jika kamu menyukai game dengan koordinasi tim yang kuat, Delta Force adalah pilihan tepat.

Farming Simulator 25

Siapa bilang game simulasi tidak seru? Farming Simulator 25 dari Giant Software membuktikan bahwa menjadi petani virtual bisa sangat menyenangkan. Kamu dapat menanam tanaman, mengelola peternakan, dan bekerja sama dengan teman untuk membangun ladang yang subur.

Game ini menawarkan pengalaman simulasi yang realistis dengan grafis yang memukau. Kerja tim menjadi kunci untuk sukses, sehingga sangat cocok dimainkan bersama teman-teman untuk merasakan keseruan bertani secara virtual.

Content Warning

Bagi kamu yang menyukai game dengan tema horor ringan, Content Warning adalah pilihan yang menarik. Dikembangkan oleh tim indie berbakat, game ini mengajak pemain untuk merekam video makhluk astral di berbagai lokasi untuk mendapatkan penonton dan views.

Setiap konten yang direkam harus memenuhi target penonton agar tim dapat melanjutkan misi ke level berikutnya. Dengan elemen kerjasama dan tantangan unik, Content Warning cocok dimainkan untuk menambah “kerusuhan” bersama teman-teman

Liar’s Bar

Liar’s Bar adalah game sederhana namun penuh strategi yang mengajak pemain untuk menebak kartu atau jumlah dadu di meja permainan. Kamu dapat mengecoh lawan atau meneriakkan “bohong” jika merasa pemain lain curang.

Game ini dikembangkan oleh Curve Animation dan menjadi populer berkat mekaniknya yang unik. Dengan suasana kompetitif namun santai, Liar’s Bar cocok dimainkan untuk mempererat hubungan pertemanan atau sekadar hiburan ringan.

Oh Deer

Game terakhir dalam daftar ini adalah Oh Deer, yang dikembangkan oleh Cozy Cabin Studios. Game ini membawa mekanik unik di mana satu pemain berperan sebagai pemburu, sementara empat lainnya menjadi Rusa impostor.

Misi pemburu adalah menembak Rusa impostor di tengah kawanan Rusa lain, sedangkan Rusa impostor harus berusaha kabur tanpa tertangkap. Dengan gameplay yang menegangkan sekaligus lucu, Oh Deer adalah pilihan tepat untuk hiburan bersama teman.

 

Tahun 2025 menghadirkan berbagai game multiplayer menarik dengan mekanik dan tema yang beragam. Dari pertarungan epik di Marvel Rivals, hingga kerja sama tim di Farming Simulator 25, pilihan game tahun ini semakin variatif dan menyenangkan.

Cobalah salah satu atau bahkan semua game dalam daftar ini untuk pengalaman bermain yang seru. Jangan lupa untuk mengajak teman agar keseruan semakin terasa. Game mana yang akan kamu coba duluan? Bagikan pendapatmu di kolom komentar! 😊

Rocket Raccoon: Hero META di Marvel Rivals Season 1

Rocket Raccoon, salah satu hero dalam game Marvel Rivals, kini menjadi sorotan setelah perubahan signifikan di Season 1. Sebelumnya, Rocket Raccoon termasuk dalam kategori hero underrated di Season 0 dengan performa yang dianggap lemah, baik di mode Quick Play maupun Competitive. Namun, perubahan pada Season 1 membuat Rocket Raccoon melesat menjadi META dan menjadi pilihan strategis bagi banyak pemain.

Rocket Raccoon di Marvel Rivals Season 1

Di awal Season 1, Rocket Raccoon menunjukkan peningkatan pesat dalam statistik permainan. Berdasarkan data resmi, hero ini memiliki pick rate sebesar 10% di Quick Play dan 9% di Competitive. Meskipun pick rate di mode Competitive tergolong rendah, win rate Rocket Raccoon justru meningkat menjadi 50% di Quick Play dan 53% di Competitive, membuktikan efektivitasnya dalam tim.

Salah satu alasan utama Rocket Raccoon menjadi META adalah buff yang diterimanya di Season 1. Kemampuan secondary fire Repair Mode kini memberikan heal sebesar 70 poin per detik, membuatnya menjadi pilihan kuat sebagai Strategist dalam pertempuran tim. Selain itu, sinerginya dengan hero seperti The Punisher dan Winter Soldier diperbarui, dengan pengurangan cooldown dari 45 menjadi 40 detik, memberikan keuntungan besar dalam pertarungan intens.

Mengapa Rocket Raccoon Kini Menjadi Pilihan Strategis?

Rocket Raccoon tidak hanya sekadar hero underrated yang berubah menjadi META, tetapi juga menunjukkan potensi luar biasa dalam mode kompetitif. Dengan kemampuan Repair Mode, ia mampu memberikan dukungan yang signifikan kepada timnya, menjadikannya salah satu Strategist terbaik di Season 1.

Keunggulan lain dari Rocket Raccoon adalah fleksibilitasnya dalam berbagai mode permainan. Kemampuan untuk mendukung rekan tim sekaligus memberikan damage dalam situasi tertentu membuatnya cocok untuk pemain kasual maupun hardcore. Sinerginya dengan hero lain seperti The Punisher dan Winter Soldier menambah daya tariknya, terutama bagi tim yang mencari komposisi strategis yang kuat.

Peran Rocket Raccoon dalam META Game

Dengan buff yang diterimanya, Rocket Raccoon kini menjadi lebih relevan di meta Marvel Rivals. Tidak hanya menjadi pilihan pemain kasual di Quick Play, tetapi juga dipercaya oleh pemain kompetitif untuk memenangkan pertandingan. Buff pada kemampuannya memberikan peran ganda: sebagai healer sekaligus support damage dealer yang efektif.

Perubahan ini menunjukkan bagaimana pengembang game Marvel Rivals mendesain ulang hero untuk menciptakan keseimbangan dalam gameplay. Rocket Raccoon adalah contoh nyata bagaimana hero underrated dapat bangkit menjadi META melalui pembaruan yang tepat.

 

Rocket Raccoon kini telah membuktikan diri sebagai hero yang layak diperhitungkan di Season 1 Marvel Rivals. Dengan win rate yang meningkat, buff pada kemampuannya, dan sinergi yang lebih baik dengan hero lain, Rocket Raccoon menjadi salah satu Strategist terbaik di game ini.

Bagi kamu yang ingin mencoba strategi baru di Marvel Rivals, Rocket Raccoon adalah pilihan yang menarik, terutama jika dimainkan dengan tim yang mendukung. Apakah kamu sudah mencobanya? Bagikan pengalamanmu di kolom komentar! 😊

Build Optimal The Herta: Relic, Light Cone, dan Tim Terbaik

Honkai Star Rail telah mencapai versi 3.0 dengan memperkenalkan The Herta sebagai karakter baru yang dapat dimainkan. Karakter ini adalah DPS Erudition dengan elemen Ice dan memiliki rarity B5, menjadikannya pilihan ideal untuk pemain yang ingin mendominasi konten end-game atau menghadapi banyak musuh sekaligus.

Selain memiliki damage yang besar, The Herta juga dilengkapi kemampuan eksplorasi dengan mendeteksi Treasure Chest di map, memberikan manfaat tambahan untuk eksplorasi. Jika kamu tertarik untuk memaksimalkan potensi The Herta, berikut panduan build terbaiknya, mulai dari Light Cone, Relic, hingga tim pendukung.

Build The Herta Honkai Star Rail

Light Cone The Herta

Light Cone adalah elemen penting untuk memperkuat performa The Herta. Berikut adalah rekomendasinya:

  • Into the Unreachable Veil
    Signature Light Cone ini memberikan peningkatan besar pada CRIT Rate dan Skill DMG, serta mengembalikan Skill Point setelah melancarkan Ultimate.
  • Today Is Another Peaceful Day
    Menambah damage berdasarkan jumlah energi yang dibutuhkan untuk Ultimate, cocok untuk meningkatkan output damage The Herta.
  • Geniuses’ Repose
    Meningkatkan CRIT DMG setelah mengalahkan musuh, ideal untuk melawan musuh dalam jumlah banyak.
  • Night on the Milky Way
    Efektif jika ada lebih dari tiga musuh di battlefield, memberikan buff tambahan yang signifikan.
  • Eternal Calculus
    Memberikan bonus ATK untuk setiap musuh yang terkena serangan dan meningkatkan SPD jika menyerang tiga musuh atau lebih.

Relic The Herta

Relic yang tepat akan memaksimalkan potensi skill The Herta:

  • 4-pc Scholar Lost in Erudition
    Memberikan bonus besar pada Enhanced Skill DMG, menjadikannya pilihan utama.
  • 4-pc Hunter of Glacial Forest
    Menambah CRIT DMG setelah melancarkan Ultimate, cocok sebagai alternatif.

Stat yang direkomendasikan:

  • Body: CRIT Rate / CRIT DMG
  • Feet: SPD
  • Substat: CRIT DMG, CRIT Rate, ATK%, SPD

Ornament The Herta

Planar Ornament juga memainkan peran penting dalam build ini:

  • Izumo Gensei and Takama Divine Realm
    Meningkatkan ATK sebesar 12% dan CRIT Rate jika ada tim dengan Path yang sama.
  • Rutilant Arena
    Menambah 8% CRIT Rate dan meningkatkan DMG Basic Attack serta Skill jika CRIT Rate mencapai 70% atau lebih.
  • Sigonia, the Unclaimed Desolation
    Memberikan bonus CRIT Rate dan menambah CRIT DMG saat musuh dikalahkan.

Stat yang direkomendasikan:

  • Sphere: Ice DMG
  • Rope: SPD / ATK%
  • Substat: CRIT DMG, CRIT Rate, ATK%, SPD

Best Team The Herta

Untuk memaksimalkan performa The Herta, formasi tim yang solid adalah kunci. Berikut rekomendasi tim:

  • F2P Team:
    • The Herta (DPS)
    • Trailblazer (Ice Support)
    • Lynx (Sustain)
    • Herta (DPS tambahan)
  • Erudition Team:
    • The Herta (DPS)
    • Jade (DPS tambahan)
    • Robin (Support)
    • Lingsha (Sustain)

 

The Herta adalah pilihan yang kuat sebagai DPS dengan fokus pada CRIT Rate, CRIT DMG, dan ATK. Dengan kombinasi Scholar of Lost Erudition sebagai Relic utama dan Izumo Gensei atau Rutilant Arena sebagai Planar Ornament, The Herta dapat memaksimalkan potensi damage-nya, terutama saat melawan musuh dalam jumlah besar.

Panduan ini akan membantu kamu menjadikan The Herta sebagai salah satu DPS terkuat di Honkai Star Rail. Siapkan build terbaikmu dan jadilah dominator di setiap pertempuran!

Exit mobile version